Showing posts with label Sastra Pesantren. Show all posts
Showing posts with label Sastra Pesantren. Show all posts

Sunday, 13 August 2017

Dari Adam ke Wujud



Mega jingga perlahan nampak seperti titik,
meninggalkan keramaian  ia mengabdi
terlihat diujung istana; bulan bintang dengan pakaian bangsawan
telah siap menggantikan mega jingga
Aku masih
saja berdiri dalam penantian.
Kosong !!!

Sebelum Aku terbenam
malam ini atau mungkin sampai esok hari
ijinkan kutemani bulan dan bintang
sekedar berbincang-bincang tentang pertanyaan-pertanyaan akal dan fikiranku yang terus membentur trotar jalan. Kubertanya 
bagaimana proses jagat raya ?
Dalam sebuah keheningan malam, ketika bulan terlihat mengantuk, sesekali telinganya menangkap pertanyaan-petanyaanku. 
kubertanya tentang penciptaan alam?

dari yang adam sampai wujud,
wujud ke adam,
adam ke wujud .
wujud ke adam
adam ke wujud
wujud...wujud,,,,wujud... wujud...
adam...adam...adam...adam...
wujuuuuuuuddd...
adaaaammmmmm. .

aku dihantam gelisah,
dikuliti rindu, dirobek-robek ragu
ragu sekaligus rindu dalam dadaku, menyatu seperti gula dan kopi malam ini
pertanyaan-pertanyaan hatiku yang terus berteriak menampar gunung yang hampir roboh.
Aku di pertanyakan alam
Tentang ciptaan jagat raya

2015.

Thursday, 5 November 2015

“ Bayangan Ilusi “




Berdosakah aku saat kuingat namamu
Dalam secawan madu yang kau suguhkan
Kau taburkan racun lewat kata-katamu
Melumpuhkan sendi kesadaran

Kau ingatkan aku pada masa lalu
Dimana dosa terindah;
Lewat desah, gelisahmu
Melunturkan perjalanan mimpi-mimpi

Bayangan wajahmu menjadi musuh
Membunuh fikiran ketenangan
Tertuang dalam cawan kegelisahan
Tertumpuk dijerami kepalsuan

Andai kau tahu
Dimana sebuah kepastian
kau sikapi dengan kesabaran
Mungkin kita bisa bersatu
Namun; semua ini hanya menjadi bayangan ilusi
Abil McWriter  (Catatan Sakit, 2013) 


Friday, 24 April 2015

"Lontar"


Kau suguhkan kembali
Panorama mesra pagi ini
Lewat secangkir kopi
Menemani sunyi merangkai intuisi
Didepan pintu
Kau ketuk
"Permisi, adakah nurani ? "
"Silahkan masuk, Nurani baru saja pergi"
Ah Sial !
Kemana lagi harus kucari
Secercah birahi suci
yang kau lontarkan lewat daun kelor
Topeng yang kau beri
Tak lagi berfungsi
Walau sekedar untuk menutupi
Bau amis yang tercium dari sini
Wsb. 25.04.2015

Thursday, 9 April 2015

Sepi Sendiri

Kuraba malam penuh bintang
bertebaran dalam gelapnya petang
melangkah menyisir lubang
dalam penantian malam

Aku rebahkan kelelahan
diatas sofa merah
memandang dinding langit
membawa suaana terdalam

Meraih asa dalam mimpi
yang masih terbungkus nurani
kuberanikan diri
untuk menulis sajak puisi

melukiskan hati ini
dibawah malam penuh kesunyian
bermandikan hawa sepi
dibawah tekanan revolusi


Wsb. 09.04.2015
pesantrenkilatt.blogspot.com

Wednesday, 8 April 2015

Gersang

Matahari merangkak
Ke atas pusaran bumi
Mataku terbelalak
Menatap pak tani memanggul jerami
Hatiku berdesir
Sejenak fikiranku menyisir
Disudut kota metropolitan
Dibawah megah istana kemerdekaan
Dalam benak terasa aneh
Masih saja di zaman instan
Pak Tani berani berkorban
Memberi makan para bangsawan
Tubuhnya kurus kerontang
Kulitnya hitam legam
Memancarkan keringat syahadatnya
Berpacu di tengah peradaban
Wsb. 09.04.2015

Selamat Sore ! " Senja ".

Dalam roda gilas kehidupan
memancar senja di ufuk barat
menyorot tepat di ubun-ubunku
meleleh muncrat di tepian

Kosong menghadang
segala impian semakin meradang
menari-nari di semak belukar
mencium leher matahari
mengulum lidah panas senja

Aku meronta
menghisap ngilu kering tenggorokan
kupaksa menelan aliran air liur
kedalam lubang kehiudpan

Pohon besiah menari bersemai
melalui alunan angin berdawai
memanjakan senja yang hampir usai
menenangkan diri dalam kelelahan yang terurai

Wonosobo, 08.04.2015

Sajak Malam

Memandang malam yang semu

Menyatu dalam malam bisu

Samar memoar dalam kerikil batu
Diatas sajadah biru


Purnama sunyi

Menatap sepi

Dibawah tirai

Membuyarkan mimpi


Seperti melati

Dibawah pohon ciplukan

Tak mampu berbau wangi

Diterpa kegelisahan panjang


Tirai korden hijau

Menjadi saksi kelabu

Dibawah penerang remang-remang

Menyaksikan peleburan diri


Wsb. 08.04.15

Wednesday, 5 March 2014

ADA SAJA

Ada saja yang suka sajak
Ada saja yang suka berlagak
Ada saja yang suka politik
Ada saja yang suka menggelitik

            Aneh - aneh saja ...
Ada saja yang suka bercinta
Ada saja yang suka bermain tinta
Ada saja yang suka pendidikan
Ada saja yang hanya pingin jadi majikan

             Aneh tapi nyata ...
Ada saja tingkah mereka
Ada yang mencintai mereka
Ada juga yang mencela mereka
Ada saja mereka ...
             Sungguh, memang ada saja ...
Ada saja orang tak mau kerja
Ada saja orang ingin kaya
Ada saja binatang mirip manusia
Ada saja manusia mirip binatang

Hua ... hua ... hua ,.... Ada-ada saja !!!

Wonosobo, 06 Maret 2014

TERNYATA WAKTU " SUBUH " ITU INDAH

Elok sang fajar menyingsing
Nampak senyum sang mentari
Kerutan-kerutan kabut awan
Masih terlihat enggan beranjak

Mega merah  merona
Ditemani malaikat subuh nan bijaksana
Seribu malaikat mengamini
Setiap doa yang terpanjatkan

Belaian angin subuh
Membelai setiap tulang rusuk nan lembut
Begitu romantis dalam setiap sentuhannya
Tak ada kata-kata mesra yang berlabuh
Hanya kenyataan yang dicurahkannya

Senandung lantunan adzan subuh
Yang bersautan
Dalam naungan sang pencipta
Menikmati karunia-Nya.


DALAM GURATAN PENA

Guratan Pena,,,,
Tak terbatas dalam rangkaian abjad
Terlalu luas untuk penjabaran sebuah kata
Yang tak kan habis dimakan usia
Terhanyut dalam cengkaraman cakrawala

Guratan sebuah pena
Cukup untuk menjelajahi dunia
Ibu jari yang kerdil yang begitu luar biasa kehebatannya
Mengantarkan sajak sang surya

Sebuah guratan pena
Menjadi massa yang kekal
Dalam karya cipta manusia
Walau cacar menghadang
Tak kan mampu menghadang
Sebuah cipta sastra manusia.

Wonosobo, Kamis 06 Maret 2014

Friday, 21 February 2014

Why God Made Teachers



When God created teachers,
He gave us special friends
To help us understand His world
And truly comprehend
The beauty and the wonder
Of everything we see,
And become a better person
With each discovery.

When God created teachers,
He gave us special guides
To show us ways in which to grow
So we can all decide
How to live and how to do
What's right instead of wrong,
To lead us so that we can lead
And learn how to be strong.

Why God created teachers,
In His wisdom and His grace,
Was to help us learn to make our world
A better, wiser place.

Saturday, 22 December 2012

Manusia Vs Setan

tebarkan aroma jantan,
dalam keheningan dan kegelisahan yang tak tertahan
butuh beberapa tahun untuk mengenal tuhan
sampai sekarang dan entah kapan

garis tangan yang engkau gariskan
menjadi motivasi yang selalu perlu akan perhatian
selalu aku menyalahkan setan
padahal aku sendiri yang belum bisa mengekang

tugasnya pun sudah digariskan
masing masing punya tugas yang menantang
syetan bertugas menyesatkan
sedangkan manusia bertugas untuk membenarkan
lantas siapa yang akan kita jadikan imam
kalau imam itu sudah dikuasai oleh syetan.

jika, seandainya syetan itu kelihatan
tentunya tak mau untuk terus disalahkan
bahkan syetan sekarang kehilangan pekerjaannya untuk menyesatkan
karena banyak manusia yang melebihi syetan

tetapi tak perlu pesimis
karena manusia makhluk terbaik-Nya
untuk bisa menuju jalan-Nya.
sebagai wakil  dari-NYa

entah kapan , ,
entah ,,,,entah .... dan entah ...kapan
semoga kutemukan jawaban
atas kegundahan dan kegelisahan yang menderma setiap helaian nafas.
aamiiin...

Sunday, 16 December 2012

Wayfarer Love

kindness and pity that you give

there was never a limit

never consumed the time and place

Your compassion never saw anyone



I always hurt Mu

I always double Mu

I always forget about your asthma

in fact I have always indulged me

but you still loved me

I hianati, you always show me the way to the

I'm hurt, you stay with every pulse my veins

I selingkuhi, you still loved me

Your love will never fade

although it is increasingly self-contempt

guidance that is always you give

sometimes I never ignore

anxiety that had me feeling

apparently I'm far from Mu

pardon the error every time I'm doing

kehilafan I always do on Mu



hopefully I can get back to your

so I can every time to remember thy

always called Mu Asthma

before I return to thee

Musafir Cinta

kebaikan dan kesayangan yang engkau berikan
tak pernah ada batasnya
tak pernah termakan waktu dan tempat
kasih sayang Mu tak pernah memandang siapa saja

aku selalu menyakiti Mu
aku selalu menduakan Mu 
aku selalu melupakan asma Mu
bahkan aku selalu menuruti nafsu ku

tetapi engkau masih tetap sayang pada ku
aku hianati, engkau selalu menunjukkan jalan pada ku
aku sakiti, engkau tetap menemani setiap urat darah nadi ku
aku selingkuhi, Engkau tetap sayang pada ku

cinta Mu takkan pernah sirna
walau diri ini semakin hari semakin hina
hidayah Mu yang selalu engkau berikan
terkadang aku tak pernah menghiraukan

kegelisahan yang selama ini ku rasakan
ternyata aku jauh dari Mu
maafkanlah kesalahan setiap waktu yang ku lakukan
kehilafan ku yang selalu kulakukan pada Mu

semoga aku bisa cepat kembali kepada Mu
agar aku bisa setiap waktu untuk mengingat Mu
selalu menyebut Asma Mu
sebelum aku kembali pada Mu

Saturday, 23 June 2012

Cinta dan Benci


Tatkala darah menari-nari dalam urat syarafmu,
Biarkan rasa benci mengalir dalam aliran nadimu,
Engkau akan merasakan derap gelisahmu
Relung tulang-tulangmu akan mengikuti setiap jengkal langkahmu

Nyanyian sendawa fikiranmu
Membuat dirimu tak mampu
Untuk membendung setiap nafsu lawwamahmu
Dan nafsu mutmainnahmu akan terasa sendu

Friday, 22 June 2012

MAHA GURU

Tubuhmu yang sudah termakan usia
Tidak membuatmu patah arang
Dalam mendidik kami setiap saat
Dengan kesabaran dan ketulusan 
Yang engkau berikan

Ohh....Maha Guru...

Asma indahmu selalu terpatri
Dalam kalbu naluri kami
Senda gurau renyah mu selalu dalam lamunan kami 
Dalam setiap derap langkah kami

SOOO...kkk

kau begitu gagah,
kau begitu berwibawa,
kau begitu bijaksana
dengan wiibawamu kau tutupi anyir darah

dengan sok intelektualmu
kau begitu cendekiawan
dan tidak sadar kebodohan yang selalu engkau berikan
pada kami yang serba kekurangan pengetahuan

bicaramu yang selalu bijaksana
menebarkan segala pesona
menyirami kekeringan dahan-dahan jiwa
yang hampa dengan kejiwaan yang hina

derap langkahmu seperti kereta kuda
yang menggetarkan bumi pertiwi
dengan segala keresahan
yang selalu berterbangan

bayangan ilusi yang begitu tajam
meneroboskan hati kecil yang lemah
dengan kekurangan jiwa
yang selalu membutuhkan pertolongan

tak tahu sampai kapan
penantian panjang ini akan berakhir
ataukah semakin panjang
penderitaan ini tiada akhir

jagalah hati, jangan kau sok tahu
sebenarnya kaulah akan menunjukkan pada dirimu
tentang kebodohanmu,
dengan segala kebusukan anyir darah
penyakit hati yang engkau umbar
dengan sgala kesombonganmu itu....



                                                           Wonosobo, Kalibeber, 22 Juni 2012

RASA SESAL

Aku mulai tersadar
saat petir menyambar daun telingaku
aku bangun dari tidur panjangku
saat hidup sudah diujung usia


Aku terlalu jauh bermimpi
untuk selalu bisa menikmati keindahan duniawi
tak tahu apa yang ada dibenakku 
saat menyadari usiaku saat ini


Getir lidah ini tak bisa merasakan nikmatnya makanan
walaupun sudah tersaji makanan italian
pedih mata ini terasa saat memandang keindahan alam
sakit kaki ini merasakan jalan di karpet merah


sesal.....sesal...sesal....
hanya itu kata yang selalu tersirat
dalam naluri kalbuku


Sekarang usiaku sudah diujung hidup
asaku kabur entah kemana
hanya penyesalan yang aku rasakan
tapi aku tak pernah ragu dengan kuasa-Nya


bahwa dalam hidup harus ada pengorbanan,
berusaha dengan berdo'a....
semoga diujung usia hidupk
tak menjadikan ku untuk pasrah
untuk mengejar khusnul khotimah dari-Nya...




                                                                              Wonosobo, Kalibeber, 22 Juni 2012



KERINDUANKU



tak ingatkah kau dengan masa kecilmu dulu,
kau yang selalu merengek-rengek untuk 
meminta sesuatu dari ayah ibumu
kau menunjukkan sikap manjamu

tapi sekarang kau sudah tumbuh besar,
cantik, manis, banyak yang selalu mengejar
disaat itu akan ada waktu yang menunggumu
yaitu masa tua mu,

bukan aku sok puitis, 
karena tak pantas bagiku untuk mengemis,
bukan aku sok karya sastra
karena aku hanya manusia biasa,
yang kurang dari segalanya, 

saat kau buka dan baca ini,
ingatlah dulu ketika kau 
belum bisa membaca, menulis, dan merangkai kata-kata
aku telah cukup lama memendam kerinduan ini,
tapi aku tak bisa memaksakan kehendakmu,
kau sudah bisa memilih jalanmu sendiri, 
tapi pesan ini hanya untuk mengingatkanmu,
hargailah ayah ibumu saat kau besar nanti,
karena hanya itu yang ayah ibumu harapkan.

PPTQ. Al-Asy'ariyyah, Blok G, 12 Juni 2012